Hari ini, Inspektorat Daerah Kota Bogor menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Pelaksanaan Vaksinasi secara daring bersama BPKP by Zoom Meeting bertempat di Ruang Rapat 1. Rapat online ini dihadiri oleh Inspektur, para Irban, Dalnis dan para Ketua Tim Monitoring Vaksin.
Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh secara daring menekankan, Selain tantangan dari sisi akses dan kapasitas, proses pendataan dan validitas data, kapasitas distribusi dan penyimpanan, kesiapan aggaran dan fasilitas pendukung, agar APIP concern terhadap tantangan risiko kecurangan. Hal itu ia sampaikan pada pembukaan Rapat Koordinasi Pengawasan Pelaksanaan Vaksinasi yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang PIP Bidang Polhukam PMK.
Yusuf Ateh menjelaskan, saat melaksanakan pengawasan di lapangan nanti tentunya APIP akan menemui kasus yang berbeda-beda. Namun, ia menjelaskan, setidaknya ada beberapa hal yang harus dipastikan dalam pengawasan vaksin dan vaksinasi COVID-19 ini, di antaranya akurasi dan validasi data penerima agar ketepatan sasaran terjaga; prosedur vaksinasi; distribusi vaksin tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat jenis; jumlah dan jenis peralatan logistik sesuai kebutuhan; kapasitas dan kualitas penyimpanan vaksin memadai; serta dukungan anggaran pemerintah pusat/daerah cukup dan disediakan tepat waktu.
Dalam rakor yang diikuti oleh Inspektur K/L terkait serta Inspektur dan APIP daerah ini, Yusuf Ateh juga menegaskan critical success factors dalam pengawalan efektivitas dan akuntabilitas pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Menurutnya, dalam pengawasan vaksinasi ini, APIP harus dapat memberikan saran perbaikan namun tidak mengganggu kecepatan pelaksanaan vaksinasi, mendorong tindak lanjut manajemen atas saran dan perbaikan yang diberikan oleh APIP, melaporkan hasil pengawasan secara tepat waktu, menjaga mutu pelaksanaan dan hasil pengawasan, serta melakukan eskalasi penyelesaian permasalahan jika diperlukan.
Link Galeri : Pengawasan Bersama BPKP Atas Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19